Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan bersedia dicalonkan sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Kesediaan Megawati ini menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang secara resmi menyatakan akan maju dalam Pemilihan Presiden 2009.
Atas Pencalonan Megawati tersebut, Istana kepresidenan menyatakan tidak terpengaruh oleh penetapan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dari PDIP pada Pilpres 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menganggap pencalonan itu sebagai ancaman.
Sementara itu, Partai Golkar menyatakan tidak akan latah dengan PDIP yang telah menentukan Megawati sebagai calon presiden dalam Pemilu 2009. Golkar baru akan menentukan capres yang diusungnya menjelang pelaksanaan putaran Pemilu 2009.
Wiranto, Belum Berkomentar. Hidayat Nurwahid dan PKS belum.
Amein Rais, enggan maju di pemilu 2009 karena Biaya pemilu tidak rasional.
Dalam sejarah suksesi di bumi Indonesia, hampir selalu ada tokoh alternatif yang muncul sebagai pemenang.
Ken Arok, muncul dengan tiba-tiba memimpin kerajaan Singosari.
R Wijaya berjaya bersama Majapahit dibalik konflik Kediri dan Mongol.
langsung ke suksesi masa reformasi
Gus Dur Memimpin negeri sebagai figur alternatif terjadinya polarisasi asal bukan Habibi dan Megawati.
Megawati menjadi solusi alternatif atas konflik Gus Dur Amin.
SBY muncul sebagai pemenang pemilu 2004 di balik persaingan "panas" Megawati - Wiranto - Amien Rais"
pada Pemilu 2009, Suhu Panas revitalisasi SBY - MEga Siapa yang menjadi pemenang?
salam
Pro Rakyat
|
|
Hasil survei : LSI (1), LSI (2), LSN, LRI, CIRUS, Pupkaptis dan SSS
| Pasangan Capres-Cawapres | LSI (Lembaga) | LSI (lingkar) | LSN | LRI | CIRUS | Pupkaptis | SSS |
| MEGA-PRO | 18%↓ | 16,4% | 14,2%↑ | 20,2% | ------ | 22,17%↓ | 24,4% |
| MEGA-PRO | 70% ↔ | 63,1% | 62,5%↓ | 33,2% | ------ | 52,15%↓ | 52,5% |
| JK-Win | 7%↑ | 5,9% | 11,4%↑ | 29,29% | ------ | 17,2%↑ | 20,2% |
Hasil Quick Count 5 lebaga survei : LSI (1, LSN, LSI (2), CIRUS, Pupkaptis dan prediksi Blog Pemilu
| Ranking Partai | LSI (Lembaga) | LSN | LSI (lingkar) | CIRUS | Pupkaptis | Ramalan Blogpemilu | KPU |
| 1 P D | 20,46 | 20,22 | 20,34 | 20,57 | 20,64 | 20,45 | 20,641 |
| 2 Golkar | 13,98 | 14,79 | 14,85 | 14,57 | 14,16 | 14,47 | 14.628 |
| 3 PDIP | 14,41 | 13,98 | 14,07 | 14,25 | 14,48 | 14,24 | 14.094 |
| 4 PKS | 7,84 | 7,37 | 7,82 | 7,47 | 8,7 | 7,84 | 8.158 |
| 5 PAN | 5,74 | 4,97 | 6,07 | 5,78 | 6,26 | 5,76 | 6,26 |
| 6 PPP | 5,23 | 5,33 | 5,29 | 5,29 | 5,67 | 5,36 | 5.24 |
| 7 PKB | 5,18 | 4,62 | 5,2 | 5,62 | 5,11 | 5,15 | 5.15 |
| 8 Gerindra | 4,59 | 6,51 | 4,20 | 4,26 | 4,49 | 4,81 | 4.31 |
| 9 Hanura | 3,72 | 3,43 | 3,49 | 3,51 | 3,54 | 3,54 | 3.63 |
| Hasil Pemilu Legislatif 2009 | Hasil Pemilu Presiden 2009 | Dinamika Pemilu |
Rabu, 12 September 2007
Rivalitas SBY-Mega, Siapa yang diuntungkan?
Diposkan oleh Pro Rakyat di 11:22 0 komentar Link ke posting ini
Label: Agenda Presiden 2009, Amien Rais, CAPRES, hasil survey, Megawati, SBY
Perlu Figur Alternatif Capres
sumber : kompas
Partai Golkar Umumkan Calon Presiden Sebelum Pilpres 2009
Jakarta, Kompas - Sebagian besar rakyat Indonesia sebenarnya menginginkan muncul figur atau alternatif baru pada Pemilihan Presiden 2009. Keinginan itu muncul karena rakyat sudah mengetahui kapasitas sejumlah calon "lama" yang sekarang mulai muncul, seperti Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lead Institut Bima Arya Sugiarto, Selasa (11/9) di Jakarta, menanggapi kesediaan Megawati untuk maju kembali pada Pilpres 2009.
"Jika tidak ada muka baru pada Pilpres 2009, kemungkinan besar rakyat masih memilih Presiden Yudhoyono, sedangkan pencapaian Megawati (pada Pilpres 2009) tidak akan lebih baik dari Pilpres 2004," kata Bima.
Menurut Bima, Megawati sulit memperoleh hasil maksimal pada Pilpres 2009 karena rakyat sudah punya penilaian saat dia menjadi presiden. Namun, ada dua hal yang membuat Megawati perlu menyatakan kesediaannya. Pertama, untuk menyatukan PDI-P dan mencegah munculnya skenario lain di partai itu. Kedua, untuk memberikan semangat kepada para kader PDI-P. "Pertanyaan yang lebih penting, sampai kapan PDI-P akan terus bergantung pada Megawati?" kata Bima.
Partai Golkar
Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya, mengucapkan selamat kepada Megawati atas kesediaannya dicalonkan kembali. Menurut Kalla, Partai Golkar baru akan mengumumkan calon presiden paling cepat enam bulan sebelum Pilpres 2009. "Nantilah kita bicarakan pada waktu yang tepat. Janganlah bangsa ini belum apa-apa sudah terpecah," ujarnya kepada pers di Kantor Wapres, Jakarta.
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng yang dihubungi Selasa malam mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berpikir soal Pemilihan Presiden 2009 dan memilih untuk fokus menjalankan tugas dan amanat rakyat. "Pemerintahan masih dua tahun dan pemilihan presiden masih lama," ujar Andi.
Meski belum diputuskan secara resmi melalui mekanisme organisasi, Partai Demokrat tetap akan mencalonkan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. "(Kami) tetap akan mencalonkan SBY," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh.
Komunikasi Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina dengan semua unsur pimpinan Partai Demokrat terjadi saat Rapat Pimpinan Nasional Januari 2007. Yudhoyono memaparkan strategi agar partai yang kini dipimpin saudara iparnya, Hadi Utomo, menang pada Pemilu 2009. Partai Demokrat diminta Yudhoyono memaparkan fakta dan realitas pencapaian pemerintahan yang dipimpinnya.(NWO/INU)
Diposkan oleh Pro Rakyat di 09:55 1 komentar Link ke posting ini
Label: Agenda Presiden 2009, figur Alternatif
SBY Tak Terusik Mega
Sumber : Jawa Pos, Rabu, 12 Sept 2007,
Kalla Sangkal Golkar Jajaki Koalisi PDIP
JAKARTA - Istana kepresidenan menyatakan tidak terpengaruh oleh penetapan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dari PDIP pada Pilpres 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menganggap pencalonan itu sebagai ancaman.
Juru Bicara Kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng mengatakan, SBY sama sekali belum membahas pencalonan tersebut. "Itu merupakan hak beliau (Megawati, Red) dan PDIP," kata Andi kemarin.
Niat Mega untuk tanding ulang dengan SBY, menurut Andi, sama sekali tidak berpengaruh terhadap kinerja presiden. Apalagi sampai membuat SBY terpancing. SBY sama sekali belum memikirkan pemilu maupun Pilpres 2009. Sebab, bagi SBY, pemilu masih lama, masih dua tahun lagi.
"Presiden SBY memilih mementingkan menjalankan tugas-tugas kenegaraan," jelas Andi. Dalam dua tahun, banyak yang masih harus dikerjalan SBY sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. "Presiden ingin fokus dulu," tambahnya.
SBY juga sama sekali tidak gusar atau khawatir Mega akan mencuri start untuk menarik simpati masyarakat. SBY percaya, rakyat bisa menentukan pilihan dengan bijak. "Biar rakyat yang menentukan. Ibu Mega kan pernah jadi presiden," ujarnya.
SBY memang terkesan tidak antusias menghadapi manuver atau serangan Megawati. Termasuk kritik Megawati pada awal Rakornas PDIP bahwa pemerintahan going nowhere (tidak ke mana-mana). Saat itu, Magawati mengatakan pemeritahan SBY-JK mengobral banyak janji setinggi langit, tapi pencapaiannya hanya sampai di kaki bukit.
SBY tidak membalas kritik tersebut, tapi hanya berkomentar ringan. "Seperti lagu itu..." kata SBY, Senin (10/9), saat berada di Sydney, sebelum pulang ke tanah air.
Beberapa kali SBY menyatakan ingin berkonsentrasi menjalankan pekerjaannya. SBY juga menyatakan menghormati kritik tersebut dalam rangka demokrasi. "Saya tidak harus menanggapi hal yang begitu. Saya tidak mengada-ada. Waktu untuk mengurus masalah yang begitu banyak dalam kunjungan ke luar negeri seperti ini sangat kurang. Biarkan saya menjalankan tugas seperti yang sudah diamanatkan," ujarnya.
Golkar Ucapkan Selamat
Partai Golkar menyatakan tidak akan latah dengan PDIP yang telah menentukan Megawati sebagai calon presiden dalam Pemilu 2009. Golkar baru akan menentukan capres yang diusungnya menjelang pelaksanaan putaran Pemilu 2009.
"(Capres dari) PDIP ya urusan PDIP. (Capres) Golkar itu urusan Golkar. Kita baru akan bicara soal itu (capres) pada waktu yang tepat, paling cepat enam bulan menjelang pilpres, bukan sekarang," tegas Kalla setelah penyerahan 150 mobil ambulans bantuan Toyota untuk Departemen Kesehatan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.
Meski demikian, Kalla mengucapkan selamat kepada mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang menyatakan kesediaan menjadi calon presiden PDIP dalam Pemilu 2009. "Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Mega atas pencalonannya," ujar Kalla.
Kalla menuturkan, penetapan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan didukung Partai Golkar adalah urusan pelik dan berpotensi memecah-belah partai. Karena itu, DPP Partai Golkar saat ini masih fokus melakukan konsolidasi internal dan persiapan pemenangan pemilu legislatif. "Jangan bangsa ini belum apa-apa sudah terpecah-belah karena urusan pencalonan, khususnya di Golkar," kata Kalla sembari mengatakan masih bekerja bagi kemaslahatan bangsa.
Karena itu, Kalla membantah anggapan bahwa Golkar telah menyiapkan dirinya maupun ketua dewan Penasihat DPP Partai Golkar Surya Paloh sebagai calon presiden 2009. "Sekali lagi, Golkar sama sekali tidak mencalonkan siapa pun," tegasnya.
Kalla juga membantah dugaan bahwa kedekatan Golkar dengan PDIP dalam pertemuan kader di Medan dan Palembang merupakan upaya menjajaki koalisi antara Partai Golkar dan PDIP di Pemilu 2009 dan duet Paloh sebagai pasangan Mega. "Urusan PDIP ya PDIP, urusan Golkar ya urusan Golkar. Tidak ada hubungannya dengan soal (koalisi) itu," tandasnya.
Ketika ditanya soal kehadiran Paloh dalam Rakernas PDIP, Kalla mengaku hal itu biasa saja. "Boleh-boleh saja Surya Paloh hadir. (Ketua Dewan Pertimbangan PPP) Bachtiar Chamsyah juga hadir, (mantan Presiden PKS) Hidayat Nurwahid juga hadir sebagai tamu. Sekjen Golkar kan juga hadir," terangnya.
Secara terpisah, anggota Majelis Syura DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menegaskan, partainya tidak akan mengajukan nama capres dalam waktu dekat. Mereka menunggu hasil legislatif 2009. "Jika nanti mendapatkan suara di atas 20 persen, kami baru menentukan capres," tegasnya.
Kemungkinan koalisi masih terbuka lebar bagi PKS. Apalagi, nanti perolehan suaranya tidak sampai 20 persen. "Kami akan membuka diri untuk berkoalisi dengan siapa pun," tuturnya.
Soal Cawapres Mega
Sekjen PDIP Pramono Anung menjelaskan, keputusan cawapres untuk Megawati akan diambil melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP III yang, rencananya, digelar di Makasar pada penghujung tahun ini. "Semua nama yang diusulkan dari bawah akan kami tabulasi," katanya.
Menurut dia, keputusan itu akan diambil dengan mendengarkan suara yang berkembang di DPC, DPD, dan DPP. "Siapa yang nanti menjadi cawapres akan dipilih dan diputuskan bersama-sama. Siapa calon yang berkenan di hati mereka," ujarnya.
Sejumlah nama cawapres buat Megawati yang mulai bermunculan. Misalnya, Sutiyoso, Surya Paloh, Din Syamsuddin, dan Ryamizard Ryacudu. (noe/cak/tom/pri/adb)
Diposkan oleh Pro Rakyat di 09:06 0 komentar Link ke posting ini






