Minggu, 29 Maret 2009 - 20:28 wib
Rival Fahmi - Okezone: http://news.okezone.com/read/2009/03/29/1/205713/pulang-kampanye-massa-pks-ppp-bentrok
TERNATE - Ironis dan memalukan. Ungkapan itulah yang pantas disematkan bagi massa pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terlibat kontak fisik, usai menggelar kampanye masing-masing.
Meski telah ada nota kesepahaman kampanye damai, aman dan tertib, namun bentrokan antarparpol tetap saja tak terhindarkan. Seperti terjadi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (29/3/2009) sore. Massa PPP dan PKS terlibat adu jotos saat berpapasan di jalan Sultan Khairun, kelurahan Kampung Makassar Barat, Ternate Tengah.
Pemicunya terbilang sederhana. Mereka saling ejek saat melewati jalur yang sama. Tak pelak, massa PKS yang menuju arah utara usai menggelar kampanye di kawasan Stadion Gelora Kieraha pun bertemu dengan massa PPP dari kawasan Lapangan Ngara Lamo.
Tawuran pun tak terhindarkan, mengakibatkan dua orang dari kelompok PKS terpaksa harus dilarikan ke RSUD Chasan Boesoeri akibat mengalami luka-luka. Sementara dua orang dari kubu PPP pingsan akibat terkena pukulan benda keras.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengamankan situasi. Dua orang kini ditahan karena diduga menjadi provokator terjadinya bentrokan.
Kini, jalur jalan Sultan Khairun sudah kembali normal setelah sempat ditutup akibat bentrokan tersebut.(ded)

|
|
Hasil survei : LSI (1), LSI (2), LSN, LRI, CIRUS, Pupkaptis dan SSS
| Pasangan Capres-Cawapres | LSI (Lembaga) | LSI (lingkar) | LSN | LRI | CIRUS | Pupkaptis | SSS |
| MEGA-PRO | 18%↓ | 16,4% | 14,2%↑ | 20,2% | ------ | 22,17%↓ | 24,4% |
| MEGA-PRO | 70% ↔ | 63,1% | 62,5%↓ | 33,2% | ------ | 52,15%↓ | 52,5% |
| JK-Win | 7%↑ | 5,9% | 11,4%↑ | 29,29% | ------ | 17,2%↑ | 20,2% |
Hasil Quick Count 5 lebaga survei : LSI (1, LSN, LSI (2), CIRUS, Pupkaptis dan prediksi Blog Pemilu
| Ranking Partai | LSI (Lembaga) | LSN | LSI (lingkar) | CIRUS | Pupkaptis | Ramalan Blogpemilu | KPU |
| 1 P D | 20,46 | 20,22 | 20,34 | 20,57 | 20,64 | 20,45 | 20,641 |
| 2 Golkar | 13,98 | 14,79 | 14,85 | 14,57 | 14,16 | 14,47 | 14.628 |
| 3 PDIP | 14,41 | 13,98 | 14,07 | 14,25 | 14,48 | 14,24 | 14.094 |
| 4 PKS | 7,84 | 7,37 | 7,82 | 7,47 | 8,7 | 7,84 | 8.158 |
| 5 PAN | 5,74 | 4,97 | 6,07 | 5,78 | 6,26 | 5,76 | 6,26 |
| 6 PPP | 5,23 | 5,33 | 5,29 | 5,29 | 5,67 | 5,36 | 5.24 |
| 7 PKB | 5,18 | 4,62 | 5,2 | 5,62 | 5,11 | 5,15 | 5.15 |
| 8 Gerindra | 4,59 | 6,51 | 4,20 | 4,26 | 4,49 | 4,81 | 4.31 |
| 9 Hanura | 3,72 | 3,43 | 3,49 | 3,51 | 3,54 | 3,54 | 3.63 |
| Hasil Pemilu Legislatif 2009 | Hasil Pemilu Presiden 2009 | Dinamika Pemilu |
Minggu, 29 Maret 2009
Pulang Kampanye, Massa PKS-PPP Bentrok
Diposkan oleh Pro Rakyat di 23:32 0 komentar Link ke posting ini
Para Caleg Manfaatkan Bencana Situ Gintung
Jumat, 27 Maret 2009 | 16:21 WIB
TANGERANG, KOMPAS.com — Para calon legislatif yang tengah gencar mempromosikan dirinya agar terpilih dalam pemilu legislatif 2009 tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang untuk membuat dirinya dikenal oleh calon pemilih.
Menjelang sore di lokasi bencana bendungan Situ Gintung, Tangerang, Banten, Jumat (27/3), para calon legislatif daerah pemilihan Tangerang mulai mendatangi lokasi pengungsian.
Para caleg yang terlihat di antaranya berasal dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.
Mereka datang dengan menggunakan atribut partai, seperti kaus, bendera, dan bahkan mobil yang ditempeli logo partai dan potret diri.
Para caleg itu memberikan bantuan sembako dan berbagai kebutuhan kepada para pengungsi. Caleg dari Partai Hanura bahkan mendirikan posko tersendiri untuk para pengungsi.
Selain para caleg, organisasi masyarakat, seperti Pemuda Pancasila, juga mendirikan posko di lokasi bencana. Mereka mendirikan tenda posko dan menyiagakan para relawan.
Hingga sore ini, jumlah korban tewas akibat jebolnya bendungan Situ Gintung mencapai 52 orang dengan ratusan rumah yang hancur.
Diposkan oleh Pro Rakyat di 23:17 0 komentar Link ke posting ini
Warna-warni Parpol di Situ Gintung
Firmansyah Abde
(inilah.com/ Bayu Suta)
INILAH.COM, Tangerang - Bencana jebolnya tanggul Setu Situ Gintung dini hari tadi bukan hanya membuat petugas SAR, Dinas kesehatan, Warga dan TNI turun tangan. Parpol peserta Pemilu 2009 pun tak ingin melewatkan kesempatan mencari simpati.
Partai Hanura misalnya. Para kader telah menyulap poskamling menjadi posko dengan spanduk yang menutupi sisi kanan-kiri seadanya sejak pukul 06.00 WIB. Isi posko tersebut standar beruoa mie instan dan air minum kemasan. Posko Hanura ini letaknya berada di dekat lokasi tanggul yang jebol.
"Partai Hanura adalah partai pertama yang membuka posko, sejak pukul 06.00 WIB pagi. 1 Jam sudah membuka posko. Kami dapat informasi tanggul yang jebol dari kader Hanura yang juga penduduk sekitar," kata Ketua Posko Hanura, Edi Mawardi kepada INILAH.COM, di Kampung Poncol, Ciputat, Tangerang, Jumat (27/3).
Kader Partai Hanura berencana akan membantu memperbaiki rumah penduduk yang rusak.
"Kami akan bertahan di sini hingga diperlukan masyarakat. Kami belum bergerak jauh karena masih mendata jumlah warga dan kerusakannya," jelas Edi.
Suasana disekitar tanggul ramai dipenuhi masyarakat dari luar kampung Poncol. Mereka terus berdatangan sehingga memadati jalan raya yang tak terlalu besar. Mereka ingin melihat dari dekat lokasi dam yang sudah tersiar sejak pagi di televisi.
Jika Hanura memanfaatkan poskamling, Partai Demokrat membangun tenda kecil berukuran 2x2 meter persegi di lapangan yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari tanggul.
"Kami hanya menyiapkan nasi bungkus untuk korban sebanyak 50-an bungkus. Ini kami siapkan hanya bersifat sementara dan darurat," ungkap Koordinator Posko PD Himmatul Aliyah.
Himmatul mengaku, dalam posko yang dibentuk ini baru akan menyiapkan beberapa rencana yang akan disesuaikan oleh kebutuhan warga. Seperti baju, obat-obatan dan tenda sementara.
"Sebenarnya kami hari ini mau kampanye, namun begitu mendengar ada bencana di Situ Gintung, saya langsung kemari membawa nasi bungkus. Makanya kami masih memakai atribut partai," akunya.
Tak mau kalah, Partai Gerindra pun mendirikan tenda di sebelah tenda milik PD. Jika posko Hanura dan Demokrat telah membagikan makanan dan minuman ala kadar, tenda Gerindra masih dipersiapkan.
"Kami baru mau membangun tenda di sini. Sebenarnya, posko kami sudah ada di STIE Ahmad Dahlan, namun disana khusus untuk pengobatan. Sedangkan, disini rencananya untuk menyalurkan makanan," ujar anggota posko Gerindra, Sani Pramana.
Partai Patriot juga tak mau kalah berbagi kepedulian dengan para korban. Mereka mendirikan posko di seberang STIE Ahmad Dahlan. Partai yang dipimpin oleh Yapto ini, hanya menggelar tenda kecil.
"Kami hanya ingin menyalurkan apa yang dikumpulkan teman-teman Patriot, kemudian langsung disalurkan ke posko STIE Ahmad Dahlan," jelas Ketua Posko Partai Patriot, Boy MS.
Boy menambahkan, kemungkinan besar Partai Patriot akan bertahan hingga bantuan dari pemerintah telah direalisasi. Boy menegaskan Partai Patriot siap membantu pemerintah dalam penanganan bencana alam dan perbaikan tanggul yang jebol tersebut. [fir/ana]
Diposkan oleh Pro Rakyat di 22:59 0 komentar Link ke posting ini
Golkar Berpeluang Jagokan JK dan Sutiyoso
Golkar Berpeluang Jagokan JK dan Sutiyosohttp://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8365218676690983356&postID=7189488209836329935
Blogger: Menuju Pemilu 2009 - Edit Entri " Golkar Berpeluang Jagokan JK dan Sutiyoso "
tagsTag: pilpres, partai golkar, jusuf kalla, bang yos, sultan hb x profileProfil Partai Golongan Karya
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi Santoso mengatakan, adanya peluang bagi Golkar untuk menggalang kekuatan melalui koalisi alternatif dengan menjagokan Jusuf Kalla (JK) dengan tokoh nasional seperti Sutiyoso sebagai Wapres.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso (kiri) dan Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kanan) dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Panas - Dingin Hubungan Golkar - Demokrat", di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (13/2).
Jakarta (ANTARA News) - Partai Golkar kembali menawarkan koalisi alternatif dengan menjagokan Jusuf Kalla (JK) sekaligus menempatkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Sutiyoso sebagai calon Wapres, untuk menghindari terjadinya pertarungan dua blok, yaitu Blok M (Megawati) dan Blok S (Susilo Bambang Yudhoyono).
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi Santoso dalam diskusi dialektika "Panas Dingin Hubungan Golkar-Demokrat" di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (13/2) mengungkapkan adanya peluang bagi Golkar untuk menggalang kekuatan melalui koalisi alternatif tersebut.
Jika koalisi alternatif itu terbentuk, Golkar akan mengambil inisiatif untuk memimpin koalisi ini. Selain memimpin koalisi, langkah Golkar juga akan mengambil beberapa tokoh nasional untuk dipasangkan dengan Jusuf Kalla.
Tokoh yang berpeluang dipasangakan sebagai Cawapres, antara lain Sutiyoso (Bang Yos), Hidayat Nurwahid dan Sultan HB X.
"Golkar siap memimpin koalisi alternatif, dengan mengambil tiga tokoh, misalnya Bang Yos, Hidayat Nurwahid dan Sultan HB X," katanya.
Menurut Priyo, skenarionya bisa saja JK-Bang Yos, JK-Hidayat Nurwahid atau JK-Sultan HB X. Kalau ternyata koalisi alternatif kalah pada putaran pertama. koalisi ini bisa menjadi penentu kemenangan pada putaran kedua.
"Dengan koalisi Golkar bersama partai tengah, bisa sebagai penentu kemenangan pada putaran kedua. Tapi ini masih sebatas sebagai ijtihad politik Golkar," kata kata Priyo.
Saat ini tokoh internal Golkar dari luar Jawa yang masih diunggulkan adalah Jusuf Kalla. "JK Memang tokoh unggulan. Tapi saya sendiri tak bisa menjamin JK juga akan terpilih dalam Rapimnas mendatang karena ada calon unggulan lainnya. Misalnya Sultan HB X. Karena itu untuk mengimbangi, Jusuf Kalla membutuhkan pasangan cawapres dari kalangan militer, seperti Bang Yos," katanya.
Namun demikian, Priyo menambahkan, Golkar akan mengumumkan Capres setelah Pemilu legislatif. Karena itu, tak benar tidak ada konvensi di internal Golkar. "Lho, kan ada Rapimnas yang menjaring capres-capres dari DPD-DPD. Seluruh delegasi itulah yang akan menentukan," katanya.(*)
COPYRIGHT © ANTARA
Diposkan oleh Pro Rakyat di 22:50 0 komentar Link ke posting ini
Masalah BLT Jadi Bahan Polemik
Minggu, 29 Maret 2009 | 03:23 WIB
Jakarta, kompas - Masalah tragedi Situ Gintung, daftar pemilih tetap, dan bantuan langsung tunai menjadi bahan yang dilontarkan oleh para pemimpin partai politik yang berkampanye di depan massa di tempat terbuka di sejumlah daerah di Indonesia, Sabtu (28/3).
Masalah bantuan langsung tunai (BLT) kemarin menjadi bahan polemik seru antara Ketua Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang berkampanye di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, pada siang hari dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto di Lapangan KONI Sario Manado, Sulawesi Utara.
Prabowo mengkritik kebijakan pemberian BLT oleh pemerintah saat ini sebagai sekadar praktik bagi-bagi hadiah atau oleh-oleh yang sama sekali tidak diperlukan, apalagi menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
”Rakyat tidak perlu diberi hadiah seperti itu. Saya minta masyarakat jangan mudah tergoda,” ujar Prabowo.
Sementara Yudhoyono menyerukan agar para pemimpin partai politik tidak mengeluarkan pernyataan soal BLT yang membingungkan rakyat. ”Sayang sekali mereka tidak tahu dan akhirnya pernyataannya membingungkan rakyat,” ujarnya di depan massa. Ia didampingi Ny Ani Yudhoyono dan putranya, Edhi Baskoro.
Dalam kampanye ini Yudhoyono membawa para artis seperti Andra & The Backbone dan band The Changcuters. Selama kampanye itu pun puluhan wanita dan anak-anak lemas, bahkan ada beberapa yang pingsan.
Sementara Prabowo didampingi adiknya, Hashim Djojohadikusumo, serta sejumlah artis dangdut dan band Padi.
Kemarin Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, menyerukan daftar pemilih tetap (DPT) perlu dibersihkan. ”Kasus DPT Jawa Timur adalah pelajaran. Saya menyesalkan kasus itu belum diproses secara hukum dan belum dibuktikan di pengadilan. Akibatnya muncul lontaran-lontaran pernyataan yang meragukan DPT,” ujar Suryadharma.
Di Medan, Yudhoyono menegaskan, perkembangan isu DPT menjadi semakin aneh dan tidak sehat karena DPT kemudian diarahkan pada kecurigaan adanya kecurangan dari pemerintah atau lebih khusus lagi dirinya sebagai presiden.
Kemarin Yudhoyono juga menjelaskan dalam kampanye bahwa ia tidak meninggalkan tugasnya sebagai presiden. ”Contohnya, ketika bencana Situ Gintung terjadi, saya langsung break dari cuti kampanye dan menuju ke lokasi bencana,” kata Yudhoyono.
Dalam kampanyenya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla memimpin massa mengheningkan cipta bagi korban bencana Situ Gintung, yang terjadi Jumat lalu di Ciputat, Tangerang Selatan.
Kampanye ini juga menggunakan panggung untuk pertunjukan band Dewa, grup vokal Dewi-dewi, dan 10.000 permainan angklung. Hadir dalam kampanye ini mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Dalam kampanye di lapangan parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, kemarin, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto, antara lain, mengatakan harus ada yang bertanggung jawab atas terjadinya bencana alam seperti di Situ Gintung.
Kemarin pimpinan partai yang berkampanye antara lain Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional PKP Indonesia Meutia Hatta di Magelang, Dewan Penasihat Partai Golkar Aburizal Bakrie di Pontianak, anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Semarang, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN Sutrisno Bachir di Yogyakarta. (LUK/GAL/MAM/DWA/WAD/ RWN/WER/HAR/ILO/EGI/ HAM/REK/WHY)
sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/29/03234695/masalah.blt.jadi.bahan.polemik

Diposkan oleh Pro Rakyat di 22:45 0 komentar Link ke posting ini





